Langsung ke konten utama

Gelap Malam dan Singsingan Fajar

Sejumlah ulama masyhur berkata bahwa segala bentuk musakat, kepahitan atau kegetiran di muka bumi ini, bagaimana pun bentuk, besar dan lamanya ia, takkan melekat mati pada insan yang dihinggapinya. Justru, semakin berat musibah itu, semakin dekat pula saat-saat ia akan hilang melenyap. Semakin dekat masa-masa indah yang datang menyapa mata dan menyeruakkan kalbu. Sebab, pertolongan Allah dan ihsan itu, acapkali datang tatkala kesulitan dan ujian  sedang berat-beratnya.
Bukankah pertolongan Allah itu hadir bagi nabi Musa saat ia dan kaumnya tak mendapati jalan tuk menyelamatkan diri dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya? Bukankah pertolongan itu nyata Allah turunkan tatkala Namrud hendak membakar nabi Ibrahim yang begitu mulia dengan tauhid dan kesabarannya? Pun bukankah pertolongan itu nyata Allah ulurkan saat bunda Ismail, Siti Hajar, berada di puncak kebingungan dan kecemasan, lelah rasanya berlarian menapaki dan menuruni bukit Safa dan Marwah namun tak juga menemukan setetes air maupun sesuap makanan untuk putranya yang tercinta?
Dalam surah Al-Insyirah ayat ke- 5, Allah SWT berfirman, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Lalu Dia tegaskan janji-Nya ini sekali lagi, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.
Dan lihatlah, bukankah kesudahan malam yang gelap pekat adalah kedatangan sang fajar yang menyingsing dengan indah?


Komentar